ArtCAM: Weave Wizard

Mari kita coba memanfaatkan salah satu perintah keren di ArtCAM, yaitu Weave Wizard.

1. Buatlah lima buah kotak dan sebuah kurva bersisi tiga seperti dalam gambar berikut.

2. Klik ke enam obyek tersebut (kurva bersisi tiga dipilih terakhir), kemudian klik ikon Weave Wizard.

3. Isi parameter dalam kotak tersebut sesuai dengan keperluan

4. Klik OK.

Selamat mencoba!

 

Advertisements

Buku NX CAD – Pembuatan Model 3D dalam NX11

…Sepatah kata…

Nah, ini adalah buku NX saya yang kedua. Temanya tentang Pembuatan Model 3D dalam NX11. Harus saya akui, software ini benar2 canggih. Proses mendesain obyek2 3D menjadi terasa sangat mudah! Sekali lagi, terima kasih kepada Siemens PLM yang telah menghibahkan software NX ke Prodi Teknik Industri STTS, tempat di mana saya mengajar.  Semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan teknologi Indonesia.

Terima kasih,
Tigor Tambunan

DETAIL
Judul: NX CAD – Pembuatan Model 3D dalam NX11

ISBN: 978-602-417-131-5
Kategori: CAD/ CAM (design, engineering/ teknik)
Ukuran: 17cmx25cm
Hal: vi + 206 hal
Edisi, cetakan: 1/1 (plastic wrapped)
Bahasa: Indonesia
Harga (per 15 Mei 2018): Rp 180.000 (tidak termasuk ongkos kirim).

SINOPSIS
Fasilitas pembuatan model 3D dalam NX11 memang sangat lengkap. Pengguna NX11 akan merasakan fleksibilitas perintah-perintah NX11 yang sangat tinggi untuk membuat maupun memodifikasi obyek-obyek 3D, mulai dari yang sangat sederhana hingga cukup kompleks.

Fasilitas yang dimaksud antara lain:

  • Pengantar NX11
  • Pembuatan Obyek-Obyek Solid (3D), terdiri dari sekitar 24 perintah, mulai dari pembuatan obyek-obyek dasar 3D (seperti Box, Cylinder, Sphere, Extrude, dll), perintah modifikasi (seperti chamfer, unite, fillet, trim body, shell, split body,dll)
  • Pembuatan Surface, terdiri dari sekitar 7 perintah seperti four point surface, face blend, swoop, dsb.
  • Synchronous Modelling, terdiri dari sekitar 5 perintah seperti move face, pull face, dsb

Ingin menang dalam persaingan di era Revolusi Industri 4.0 ini , kuasailah teknologi yang benar-benar berkelas tinggi. NX11 adalah salah satunya.

Berminat menguasai NX11 lewat buku ini?
Untuk pembelian, silakan WA atau Telp ke: 08989495756 (maaf, tdk menerima SMS) atau kirim email ke: STB_Tambunan@yahoo.com

Buku NX CAD – Perintah-Perintah NX11 Dalam Sistem Operasi 2D

…Sepatah kata…

Yup, akhirnya selesai juga proses penulisan buku NX saya yang pertama ini. Tidak seperti buku-buku sebelumnya, proses penulisan buku kali ini cukup panjang karena banyaknya kesibukan yang harus saya kerjakan di saat bersamaan. Terima kasih kepada Siemens PLM yang telah menghibahkan software NX ke Prodi Teknik Industri STTS, tempat di mana saya mengajar. Sebuah kehormatan besar, saya diberi kesempatan untuk mempelajari software tersebut dan menuangkannya ke dalam buku. Semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan teknologi Indonesia.

Terima kasih,
Tigor Tambunan

DETAIL
Judul: NX CAD – Perintah-Perintah  NX11 Dalam Sistem Operasi 2D

ISBN: 978-602-417-132-2
Kategori: CAD/ CAM (design, engineering/ teknik)
Ukuran: 17cmx25cm
Hal: vi + 140 hal
Edisi, cetakan: 1/1 (plastic wrapped)
Bahasa: Indonesia
Harga (per 15 Mei 2018): Rp 140.000 (tidak termasuk ongkos kirim).

SINOPSIS
NX11 adalah salah satu perangkat lunak CAD/ CAM tercanggih di dunia. Segudang fasilitas digital yang saling terintegrasi dengan fleksibilitas yang sangat tinggi tersedia dalam NX11. Mengingat fasilitas NX demikian banyak, buku ini akan membahas salah satu fasilitas dasar dalam perangkat lunak Siemens NX (buku ini mengacu pada Siemens NX 11), yaitu perintah-perintah Siemens NX 11 dalam system operasi 2 dimensi (2D).

Fasilitas yang dimaksud antara lain:

  • Pengantar NX11
  • Perintah-perintah File (termasuk export/ import file)
  • Perintah-perintah View
  • Datum CSYS dan Datum Plane
  • Membuat Sketsa 2D menggunakan 24 perintah utama dalam NX (Point, Line, Circle, Polygon, Helix, Delete, Move, Trim, Geometric Constraint, Rapid Dimension, dll)

Dengan mempelajari buku ini, berarti Anda sedang dalam proses meningkatkan kapabilitas CAD/ CAM berkali-kali lipat dan siap memasuki pasar teknologi yang jauh lebih maju.

Berminat? Silakan WA atau Telp ke: 08989495756 (maaf, tdk menerima SMS) atau kirim email ke: STB_Tambunan@yahoo.com

Kejujuran dan Kamar Kecil

..dari dlm bilik kamar kecil, aku mendengar percakapan cukup ramai di sisi luar…
A: Nilai UTS …. (sambil menyebut nama sebuah mata kuliah) mu kemarin berapa?
B: Aku dpt 70…. ~jelas sekali terdengar nada gembira dari si B~
A: Masak? Nggak mungkin!
B: Beneran. Tanya si C.
C: Iya, dia dapat 70. Keren tuh….
A: Koq bisa?!
B: Soalnya aku nyontek..Hahahaha…


pintu kamar mandi kubuka, ekor mataku jelas menangkap raut wajah penuh kekagetan dari wajah B dan C…. wkwkwkwk…. ternyata aku kenal mereka….

Dengan santai, aku pun berjalan menuju kelas… Baru beberapa langkah keluar dari ruangan itu, aku sengaja berhenti. Terdengar ada percakapan lanjutan di antara mereka…
B: Aseeeeeem! Itu tadi dosenku yg ngajar mata kuliah yg kamu tanyakan…
A: Seriuuuuus???
B: iya…. aseeeemmmmm… (sengaja diperhalus)

#KamarKecil
#Kejujuran

(Fiksi) Hutang Si Tukang Ojek

Di sebuah desa, seorang pria “kreatif” korban PHK, hutang ke tetangganya untuk beli motor. Motornya dipakai ngojek. Penghasilannya dipakai utk bayar bensin, perawatan, dan cicilan hutang (termasuk bunga).

Karena si tetangga juga punya anak yg perlu antar jemput sekolah, si tukang ojek diminta antar jemput anaknya. Bayarkah? Sudah pasti, tapi caranya beda. Biaya antar jemput dipotong langsung dari biaya cicilan hutang si tukang ojek jadi “lebih kecil jumlah angsurannya”.

Saat melakukan kegiatan rutinnya, si tukang ojek melihat peluang lain, yaitu buka jasa SPBU mini. Dia nego ke tetangganya kembali agar mau meminjamkan uangnya. Melihat peluangnya lumayan, sang tetangga pun setuju. Apalagi dengan adanya SPBU mini itu, dia sendiri tidak perlu jauh-jauh ke tengah kota utk isi bensin. Kemungkinan pemasukan yang cukup besar ditambah kemudahan yang dirasakan si pemilik modal, membuat si tukang ojek memiliki “cara yang cukup mudah untuk mengangsur kewajibannya”.

Beberapa waktu kemudian, sang tetangga yang kebetulan punya banyak uang, kali ini justru datang ke si “tukang ojek” untuk menawarkan pinjaman investasi dengan bunga ringan. Kenapa? Dia lebih yakin “meminjamkan uangnya” ke si tukang obyek yang terbukti kreatif dan produktif, dibanding jauh-jauh menyimpan uang di bank. Selain penuh aturan, bunganya kecil.

Sang “tukang ojek” pun setuju, Dan usaha yang akan dilakukan adalah bisnis pupuk karena bisnis utama si pemilik uang adalah petani besar dan pedagang hasil pertanian. Apalagi, daerah mereka pada dasarnya adalah daerah pertanian. Jadi potensinya masih sangat besar. Tapi ada syarat tambahan yang diajukan oleh si tukang ojek. Sang tetangga harus selalu membeli pupuk dari si tukang ojek. Sang tetangga pun setuju. Dengan cara ini, si tukang ojek jadi “lebih mudah mengelola resiko bisnisnya.”

Apakah “kehidupan” sang tukang ojek sudah beres begitu saja? Ternyata tidak. Desa tempat tinggal mereka penuh gosip. Rasa iri terhadap kesuksesan si tukang ojek membuat beberapa orang yang sirik menebar gosip bahwa si tukang ojek punya hutang besar di mana-mana. Dan jumlahnya sangat besar! Apapun istilahnya, bagi mereka, hutang adalah hutang. Dan hutang identik dengan penderitaan! Si tukang ojek akan menderita seumur hidupnya karena tidak akan pernah mampu membayar hutangnya!. Padahal, para tukang gosip itu adalah pengguna jasa ojek, pembeli bensin, dan pupuk dari tempat si tukang ojek. Ya begitulah manusia. Unik dan menarik…. hehehehe….

Sebenarnya si tukang ojek ingin berbagi ilmu ke tetangga-tetangga yang sirik itu bagaimana cara mengembangkan bisnis seperti yang dijalaninya. Tapi dia mikir juga, orang yang dengki apa mau mendengar omongannya? Orang kalau sudah iri, rasionalitasnya kemungkinan sudah terdegradasi oleh emosi tak terkendali.

Apa yang akhirnya dilakukan si tukang ojek? Si tukang ojek tidak peduli. Dia terus menjalankan, bahkan terus mengembangkan bisnisnya. Meski berhasil dan terkenal di mana-mana, si tukang ojek tetap rendah hati dan memperkenalkan dirinya sebagai tukang ojek.

Oiya, hampir lupa. Kalau dulu hanya tetangganya yang baik itu yang meminjamkan modal, sekarang bahkan “beberapa tukang gosip” yang kebetulan juga punya duit, ikut-ikut menawarkan pinjaman, tapi lewat pihak ketiga….. wkwkwkwk

Terakhir,…jangan lupa, tulisan ini hanyalah sebuah fiksi.

 

 

 

 

Perhitungan Upah Lembur

Lembur atau melakukan pekerjaan melebihi waktu kerja standar harian (7 atau 8 jam) hanya diijinkan secara hukum jika kondisinya sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/ 2003 ps. 78 yang isinya adalah sbb:

(1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) harus memenuhi syarat:
a. ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan; dan
b. waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

(2) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur.

(3) Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b tidak berlaku bagi sektor usaha atau pekerjaan tertentu.

(4) Ketentuan mengenai waktu kerja lembur dan upah kerja lembur sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Keputusan Menteri


Dan acuan/ dasar hukum perhitungan upah lembur
di Indonesia adalah Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. Kep: 102/MEN/VI/2004.

Bbrp pasal yang perlu mendapat perhatian khusus menyangkut perhitungan adalah:

Pasal. 8
(1) Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan.
(2) Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.

Catatan:
Angka 173 berasal dari perhitungan sebagai berikut:
– Satu tahun (12 bulan) masa kerja terdiri dari 52 minggu, artinya: setiap bulan terdiri dari 4.33 minggu (52 minggu/12 bulan=4.33 minggu/ bulan).
– Satu minggu masa kerja terdiri dari 40 jam (40 jam/ minggu), sehingga dalam satu bulan, seorang pekerja akan bekerja selama 4.33 minggu/bulan x 40 jam/ minggu = 173.33 jam (dan dibulatkan menjadi 173 jam/ bulan).
– Sehingga, jika dalam satu bulan seorang pekerja menerima upah bulanan sebesar (misal) Rp 1.730.000), berarti upah per jamnya adalah Rp 1.730.000/173= Rp 10.000,-

Pasal 9
(1) Dalam hal upah pekerja/buruh dibayar secara harian, maka penghitungan besarnya upah sebulan adalah upah sehari dikalikan 25 (dua puluh lima) bagi pekerja/buruh yang bekerja 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau dikalikan 21
(dua puluh satu) bagi pekerja/buruh yang bekerja 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.
(2) Dalam hal upah pekerja/buruh dibayar berdasarkan satuan hasil, maka upah sebulan adalah upah rata-rata 12 (dua belas) bulan terakhir.
(3) Dalam hal pekerja/buruh bekerja kurang dari 12 (dua belas) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), maka upah sebulan dihitung berdasarkan upah rata-rata selama bekerja dengan ketentuan tidak boleh lebih rendah dari upah dari upah minimum setempat.

Pasal 10
(1) Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka dasar perhitungan upah lembur adalah 100 % (seratus perseratus) dari upah.
(2) Dalam hal upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, apabila upah pokok tambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75 % (tujuh puluh lima perseratus) keseluruhan upah, maka dasar perhitungan upah lembur 75 % (tujuh puluh lima perseratus) dari keseluruhan upah.

Pasal 11
Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut :
a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :
a.1. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;
a.2. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam.

b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka :
b.1. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.
b.2. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua)
kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.

c. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua)
kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

Contoh:
Suatu saat, seorang pekerja dengan upah Rp 1.730.000/ bulan, bekerja lembur di hari kerja biasa sejak pukul 17.00-19.00. Maka upah lembur (minimal) sesuai peraturan menteri yang seharusnya diterima oleh pekerja tersebut adalah:

Upah lembur (17.00-18.00) = 1/173xRp 1.730.000 x 1 jam x 1.5 = Rp 15.000,-
Upah lembur (18.00-19.00) = 1/173xRp 1.730.000 x 1 jam x 2 = Rp 20.000,-
Jumlah upah lembur= Rp 15.000 + Rp 20.000,- = Rp 35.000,-

Semoga bermanfaat!