Simple Rack

simple rackSoftware: AutoCAD 2010
Objects: 3D Solid
Material:
– Rack:  Glass (realistic) & Wood (realistic)
– Floor:  Advanced (mirror effect)
– Wall: Stone (realistic)

Advertisements

(Simple) Table

tabel

Software: AutoCAD 2010
Objects: 3D Solid
Material:
– Table:  Glass (realistic) & Wood (realistic)
– Floor:  Advanced (mirror effect)
– Wall: Stone (realistic)

 

Materi Mata Kuliah Proses Produksi (Proses Manufaktur)

Berikut ini adalah salah satu tugas mata kuliah Proses Produksi (semester 2) yang saya ampu di Jurusan S1-Teknik Industri STTS. Dalam tugas ini, mahasiswa (2 orang/ kelompok) merancang sebuah alat transportasi, membuat Bill of Materialnya, merancang dan membuat modul (dan partnya). Proses perancangan dan pembuatan part memanfaatkan fasilitas CAD/ CAM yang dimiliki jurusan Teknik Industri STTS.

Dengan mengerjakan tugas ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup lengkap tentang rangkaian proses pembuatan sebuah produk (mulai dari tahap perancangan hingga perakitan).

AutoCAD: Dimensi pada Gambar Isometrik

Gambar isometrik pada dasarnya adalah gambar dua dimensi (2D) yang dibuat dengan teknik menggambar tertentu untuk memberikan tampilan 3D. Yang dimaksud dengan teknik tertentu di sini adalah penggunaan sudut-sudut gambar tertentu (30, 90, 150, 210, dan -30) untuk memberikan kesan 3D. Gambar isometrik bukanlah gambar nyata/ realistis, sangat berbeda dengan gambar perspektif.

Terkait dengan pemberian dimensi, dari pengalaman penulis yang sangat terbatas, penulis hampir tidak pernah melihat gambar isometrik diberi dimensi. Biasanya yang diberi dimensi adalah gambar proyeksi orthogonal. Tapi situasi di lapangan rupanya berbeda. Beberapa pekerja pekerjaan perpipaan, kabel, dsb, yang tidak jarang menggunakan gambar-gambar isometrik, sering memberikan coretan-coretan ukuran. Sebenarnya dimensi “bergaya isometrik” bisa dilakukan dengan mudah di AutoCAD. Perintahnya adalah sebagai berikut:

Command: DIM
DIM: OBLIQUE (atau cukup diketik OBL)
Select objects: <klik dimensi yang mau diubah kemiringannya>
Select objects: <enter>
Enter obliquing angle (press ENTER for none):<ketik sudut 30 atau -30, sesuai kebutuhan>

Dimensi pada Gambar A di bawah ini dibuat dengan perintah DIM: ALIGN. Setelah semua dimensi selesai dibuat, baru dilakukan perintah DIM: OBL pada setiap dimensi yang ada (diubah menjadi gambar B). Gambar isometrik, menjadi lebih manis! 😉

ISODIM

Tips MasterCAM Mill: Membuat Lubang Pada Sebuah Surface

Oleh
Tigor Tambunan
Penulis Buku Belajar Sendiri Mastercam Versi 9-Elexmedia Komputindo
(Tips ini pernah dimuat pada Tabloid Komputek Edisi 532)

“Daripada susah-susah mengeditnya di Mastercam, lebih baik buat obyek baru di software CAD lain, ‘trus di ekspor ke Mastercam!” Komentar yang jamak ditemui dari pengguna Mastercam Mill senior sekalipun. Mungkin karena yang ditonjolkan dalam merknya adalah unsur CAM, sehingga beberapa orang meragukan kemampuan fasilitas CAD dalam Mastercam Mill. Salah satunya dalam hal surface editing. Padahal segudang fasilitas CAD tersedia dalam Mastercam Mill. Beberapa pengguna CAD justru mulai melirik fasilitas-fasilitas CAD dalam Mastercam yang sangat praktis untuk membuat dan mengedit berbagai jenis obyek 3D tertentu (solid dan surface), dan kemudian mengekspornya dalam format DXF, DWG, IGES, dsb agar dapat digunakan pada perangkat lunak CAD/ CAM lainnya.

Editing obyek Surface
Obyek-obyek Surface dalam Mastercam Mill tergolong obyek yang dapat diedit/ dimodifikasi. Salah satu perintah yang sangat penting dalam proses modifikasi ini adalah perintah Trim/ Extended. Perintah ini dapat digunakan untuk membuat berbagai bentuk lubang pada sebuah atau beberapa obyek surface yang telah Anda buat.

Sebelum mencoba perintah Trim/ Extended pada obyek surface, buatlah terlebih dahulu sebuah obyek surface berbentuk ½ bola berikut ini dengan cara sebagai berikut:

    1. Pilih Main Menu> Create> Surface>Next menu> Primitive> Sphere.
    2. Pada menu Sphere, pilih Radius untuk menentukan jari-jari bola.
    3. Pada prompt area ketik 100. Enter.
    4. Pada menu Sphere, pilih Axis untuk menentukan orientasi sumbu utama bola.
    5. Pada menu Axis, pilih X sebagai orientasi sumbu utama bola.
    6. Pada menu Sphere, pilih Base point untuk menentukan titik pusat bola.
    7. Sesuai dengan instruksi pada prompt area, langsung ketik 0,0 sebagai Base point pada prompt area. Enter. Kotak input akan muncul secara otomatis ketika Anda mengetikkan angka tersebut.
    8. Pada menu Sphere, pilih Start angle.
    9. Pada prompt area ketik 0 sebagai sudut awal bola. Enter.
    10. Pada menu Sphere, pilih Sweep angle.
    11. Pada prompt area ketik 180 sebagai sudut akhir bola. Enter.
    12. Pilih ikon Gview Isometric pada toolbar untuk menampilkan obyek secara 3D.
    13. Tekan Esc beberapa kali untuk kembali ke menu utama.

Salah satu jenis obyek yang dapat digunakan untuk “memotong” surface adalah kurva-kurva 2D, seperti lingkaran, rectangle, dsb. Berikut ini adalah cara membuat sebuah lingkaran dengan jari-jari 20mm yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai kurva pemotong.

Caranya:

  1. Pilih Main Menu> Create> Arc> Circ pt+rad.
  2. Pada prompt area ketik 20 sebagai jari-jari lingkaran. Enter.
  3. Lanjutkan dengan penentuan titik pusat lingkaran. Ketik 0,0,125 pada prompt area. Enter. Perhatikan! Posisi ini menyebabkan lingkaran berada 25mm di atas permukaan ½ bola.
  4. Tekan Esc beberapa kali untuk kembali ke menu utama.

Obyek surface yang akan dilubangi dan sebuah lingkaran yang akan dijadikan pemotong selesai dibuat. Berikutnya adalah proses “melubangi” ½ bola.

Caranya:

  1. Pilih Main Menu> Create> Surface> Trim/ Extend.
  2. Pada menu Trim or Extend surface, pilih To curves.
  3. Sesuai dengan instruksi Select surfaces, pilih (klik) obyek berbentuk ½ lingkaran. Obyek surface berbentuk ½ lingkaran ini akan digunakan sebagai surface yang akan dilubangi.
  4. Pilih Done untuk mengakhiri pemilihan obyek surface.
  5. Sesuai dengan instruksi Select Curves 1, pilih (klik) lingkaran. Obyek lingkaran ini akan digunakan sebagai pemotong permukaan ½ bola.
  6. Pilih Done untuk mengakhiri pemilihan kurva pemotong.
  7. Pilih Do it untuk menjalankan instruksi pemotongan.
  8. Berikutnya pada prompt area akan muncul instruksi tambahan yang meminta Anda memilih sisi surface yang akan dipotong (Indicate area to keep – select a surface to be trimmed). Pilih (klik) bentuk ½ bola. Kemudian perhatikan anak panah yang muncul. Anak panah ini akan menunjukkan arah pemotongan yang Anda butuhkan. Dalam contoh ini, pilihlah supaya arah pemotongan menuju ke titik pusat ½ bola seperti gambar berikut.
  9. Kemudian klik tombol kiri mouse Anda. Yup, sebuah lubang telah dibuat.

Obyek tersebut siap Anda gunakan sebagai surface toolpath, dsb. Selamat mencoba!

ps. Anda dapat mempelajari lebih dalam MasterCAM atau software CAD/ CAM lainnya lewat beberapa buku yang sudah saya tulis.