Another Simple CNC Project of Mine

I designed this 3D profile with ArtCAM, and cut it with a simple 3-axis CNC machine. Hope you enjoy the video.

Regards,
Tigor Tambunan

 

Advertisements

ArtCAM pada Gorga (ukiran Batak)

gorga2Sebagian G Code-nya:

g-code

Membutuhkan pelatihan ArtCAM, MasterCAM, AutoCAD untuk pengembangan produk di perusahaan Anda? Ingin mengembangkan teknologi CAD/ CAM/ CNC?
Info selengkapnya tentang materi pelatihan, jadual, dan biaya, silakan kontak saya via WA (08989495756).

Saya juga telah menulis beberapa buku CAD/ CAM, silakan mampir di sini… 🙂

Buku Operasi Milling dalam Mastercam X6

Puji Tuhan! Akhirnya Buku Mastercam X series ini selesai juga disusun! Buku ini adalah buku tutorial Mastercam ke-4 yang saya tulis. Saya berusaha menulisnya sesederhana dan sejelas mungkin supaya mudah dipahami oleh siapa saja, bahkan bagi yang baru saja “menyesatkan diri” dalam dunia CAD/ CAM dan CNC yang penuh dengan tantangan 🙂

Saat ini, buku sedang dalam proses pencetakan, diharapkan selesai di minggu pertama bulan Mei 2016.  Semoga buku ini bermanfaat!

Sementara ini buku hanya dijual secara online, dan langsung lewat penulis. Jika Anda berminat membelinya, silakan menghubungi penulis via:
Email: STB_Tambunan@yahoo.com, atau;
WhatsApp: 08989495756,  atau;
BBM PIN: 25CC7719
*Maaf, tidak menerima SMS.

buku mastercam

DETAIL
Judul:
Operasi Milling dalam Mastercam X6
ISBN: 978-602-417-031-8
Kategori: CAD/ CAM (design, engineering/ teknik)
Ukuran: 17cmx25cm
Hal: viii + 260 hal
Edisi, cetakan: 1/1
Harga (per  1 Maret 2018): Rp 150.000 (tidak termasuk ongkos kirim).

SINOPSIS
Mastercam X6 adalah salah satu software CAD/ CAM paling populer dalam industri manufaktur di dunia.  Terkait fungsi CAD-nya, Mastercam  X6 menyediakan fasilitas pembuatan obyek  2D/ 3D yang cukup lengkap dan mudah dioperasikan,  terkait fungsi CAM-nya,  Mastercam X6 memilki fasilitas pembuatan toolpath, simulasi, dan generator G-code yang sangat lengkap dan canggih.

Buku  Menguasai Operasi Milling dalam Mastercam X6 ini membahas sebagian fasilitas CAD/ CAM (operasi milling) dalam Mastercam X6 .

Fasilitas yang dimaksud antara lain:

  • Contour toolpah
  • Pocket toolpath
  • Surface rough toolpath
  • Surface finish toolpath
  • Dynamic planes
  • Net Surface

 

Bisnis Bali: Pemberdayaan Lembaga Kursus dan Pelatihan

Bisnis Bali, 13 Oktober 2011

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk pendidikan non-formal yang penyelenggaraannya diatur oleh pemerintah. Awalnya, pendidikan non-formal diselenggarakan untuk melayani kebutuhan pendidikan dari masyarakat yang tidak sanggup mengikuti pendidikan di jalur formal karena berbagai alasan.

Dalam perkembangannya, pendidikan non-formal dalam wadah LKP ternyata sangat efektif membantu masyarakat memperoleh keahlian untuk “hidup” ( vocational education ). Jenis kursus sangat beragam. Paling tidak 69 jenis kelompok kursus tercatat dalam laman Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan-Kemdiknas (http://infokursus.net). Yang paling banyak diselenggarakan di Indonesia adalah kursus komputer (4.670 buah), kursus bahasa Inggris (3.766 buah). Kursus menjahit ada di tempat ketiga (2.644 buah).

Ada juga jenis kursus yang cukup unik, seperti kursus spa, kursus pilot, kursus bahasa Italia, dan -ini dia- kursus bahasa Jawa (satu-satunya yang terdaftar secara legal ada di Jambi)! Kelengkapan dan kualitas sistem pendidikan non-formal (baca: LKP) tidak bisa lagi dibuat asal-asalan. Kecuali sang pengelola memang tidak ingin LKP-nya panjang umur. Beberapa LKP bahkan secara terbuka berani memberikan materi-materi keahlian untuk berwirausaha di saat banyak pengelola lembaga pendidikan formal -termasuk pendidikan tinggi- masih berpikir panjang untuk memasukkan materi kewirausahaan dalam proses pembelajaran di kampus.

Saat ini tercatat sekitar 14.329 LKP yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu informasi yang menarik, dari sekian banyak LKP, sekitar 52% berada di Pulau Jawa (terbanyak di Jawa Timur: 2.434 lembaga, disusul Jawa Barat: 2.127 lembaga, dan Jawa Tengah: 1.686 lembaga), pulau di mana seluruh aspek pendidikan formal juga menduduki proporsi terbesar di negeri ini. Walaupun tidak dalam posisi bersaing secara langsung dengan pendidikan non-formal, realita-realita situasional yang disebut terdahulu sebaiknya mulai dikaji secara mendalam oleh para penyelenggara pendidikan formal.

Pendidikan Vokasi

Banyak calon siswa atau calon mahasiswa yang “buta tujuan” ketika mereka hendak melanjutkan studi di sebuah lembaga pendidikan formal. Mereka tidak terlalu paham kompetensi apa yang akan mereka miliki jika mereka menuntut ilmu di lembaga formal tersebut.

Mereka juga tidak bisa meraba di mana mereka akan bekerja atau akan menjadi apa setelah lulus kelak. Maklum, waktu untuk menempuh perjalanannya cukup panjang. Tiga sampai lima tahun. Tujuan awal yang tertanam di kepala adalah tujuan yang tercetak di brosur-brosus lembaga atau dari “katanya orang”.

Tujuan yang sebenarnya baru terbentuk secara sadar seiring dijalaninya proses pembelajaran (dengan asumsi tidak berhenti di tengah jalan). Berbeda sekali dengan kondisi peserta pendidikan di LKP. Keikutsertaan di LKP cenderung didorong kebutuhan terhadap kompetensi tertentu supaya bisa bekerja di bidang tertentu, atau didorong oleh permintaan lapangan kerja tertentu yang mensyaratkan kompetensi tertentu.

Di kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, Semarang, dan Surabaya, pendidikan formal (mulai dari tingkat SMA/ SMK sampai Perguruan Tinggi) di bidang pertanian dan perikanan boleh jadi semakin sepi peminat. Tidak demikian dengan pendidikan kursus.

Program-program kursus dan pelatihan singkat tentang budi daya tanaman-tanaman langka, pengolahan produk-produk pertanian dan kelautan, ternyata masih ramai peminat. Siapa bilang materi pendidikannya sederhana! Biayanya juga tidak selalu murah.

“Selain waktu proses pembelajarannya yang relatif singkat, kompetensi yang diperoleh jauh lebih jelas dan pasti,” nampaknya dua faktor inilah yang menjadi penyebab kursus dan berbagai model pelatihan-pelatihan singkat kian diminati masyarakat. Dalam pendidikan non-formal, masyarakat lebih banyak belajar cara melakukan sesuatu daripada sekedar belajar tahu tentang sesuatu.

Masyarakat yang ingin belajar menjahit tidak harus mempelajari asal muasal benang dan perkembangannya dari waktu ke waktu, masyarakat yang ingin belajar mengelas ( welding ) supaya bisa membuat pagar langsung belajar cara mengelas logam, tanpa perlu berpusing-ria dulu menghitung rumus-rumus struktural dan las yang sebenarnya hanya dipakai di industri-industri besar.

Pendidikan non-formal semacam LKP memungkinkan terbentuknya sistem pendidikan yang bebas bergerak di luar beraneka pagar formalitas yang cenderung menjadi menjadi “penjara tidak kelihatan” bagi sistem pendidikan formal itu sendiri. Dengan sedikit tambahan kreatifitas, LKP dapat dibentuk sebagai sistem pendidikan yang efektif untuk mengisi celah-celah ketidaksempurnaan sistemik yang ada dalam sistem pendidikan formal. LKP bisa menjadi pelengkap materi yang sangat penting ( critical supplements ) bagi masyarakat yang mengenyam pendidikan formal (International Intitute for Educational Planning-UNESCO, 2006). Keberadaan LKP menjadi sangat penting karena penyelenggaraannya dimungkinkan untuk fokus pada sebuah bidang yang sangat spesifik dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pengembangan LKP

Lebih dari 68% LKP legal di Indonesia adalah milik perorangan. Artinya, sebagian besar LKP merupakan perwujudan semangat kewirausahaan masyarakat. Selain itu, d ilihat dari sisi kuantitas lembaga, jumlah tenaga pendidik, dan jumlah peserta didik, peran sosial ekonomi LKP dalam masyarakat jelas tidak main-main. Paling tidak, LKP berfungsi sebagai penyedia lapangan pekerjaan, sekaligus penghasil sumber daya manusia berkompetensi khusus. D ari beberapa penelitian, sertifikat dan kompetensi yang diperoleh peserta didik lulusan LKP, bahkan terbukti berperan meningkatkan peluang peserta didik untuk memperoleh pendapatan (baca: gaji) yang lebih tinggi.

Melihat fakta-fakta tersebut, pemerintah daerah sepertinya perlu memberi perhatian yang lebih nyata terhadap perkembangan LKP di setiap daerahnya. Pemerintah daerah perlu memikirkan keragaman LKP di setiap daerahnya, dan mendorong pertumbuhan LKP-LKP yang seirama dengan kebutuhan pembangunan daerah dan sewarna dengan potensi daerah. Meminjam istilah pemerintah Malaysia, pendidikan non-formal adalah sistem pendidikan yang sensitif terhadap situasi pasar. Karena itu LKP sudah selayaknya jika diberdayakan secara serius.

~Tigor Tambunan adalah Ketua Jurusan Teknik Industri STTS dan Peneliti pada Program Penyelarasan Pendidikan dan Dunia Kerja Kemdiknas~

Link: http://www.bisnisbali.com/2011/10/13/news/opini/x.html

Tips MasterCAM Mill: Membuat Lubang Pada Sebuah Surface

Oleh
Tigor Tambunan
Penulis Buku Belajar Sendiri Mastercam Versi 9-Elexmedia Komputindo
(Tips ini pernah dimuat pada Tabloid Komputek Edisi 532)

“Daripada susah-susah mengeditnya di Mastercam, lebih baik buat obyek baru di software CAD lain, ‘trus di ekspor ke Mastercam!” Komentar yang jamak ditemui dari pengguna Mastercam Mill senior sekalipun. Mungkin karena yang ditonjolkan dalam merknya adalah unsur CAM, sehingga beberapa orang meragukan kemampuan fasilitas CAD dalam Mastercam Mill. Salah satunya dalam hal surface editing. Padahal segudang fasilitas CAD tersedia dalam Mastercam Mill. Beberapa pengguna CAD justru mulai melirik fasilitas-fasilitas CAD dalam Mastercam yang sangat praktis untuk membuat dan mengedit berbagai jenis obyek 3D tertentu (solid dan surface), dan kemudian mengekspornya dalam format DXF, DWG, IGES, dsb agar dapat digunakan pada perangkat lunak CAD/ CAM lainnya.

Editing obyek Surface
Obyek-obyek Surface dalam Mastercam Mill tergolong obyek yang dapat diedit/ dimodifikasi. Salah satu perintah yang sangat penting dalam proses modifikasi ini adalah perintah Trim/ Extended. Perintah ini dapat digunakan untuk membuat berbagai bentuk lubang pada sebuah atau beberapa obyek surface yang telah Anda buat.

Sebelum mencoba perintah Trim/ Extended pada obyek surface, buatlah terlebih dahulu sebuah obyek surface berbentuk ½ bola berikut ini dengan cara sebagai berikut:

    1. Pilih Main Menu> Create> Surface>Next menu> Primitive> Sphere.
    2. Pada menu Sphere, pilih Radius untuk menentukan jari-jari bola.
    3. Pada prompt area ketik 100. Enter.
    4. Pada menu Sphere, pilih Axis untuk menentukan orientasi sumbu utama bola.
    5. Pada menu Axis, pilih X sebagai orientasi sumbu utama bola.
    6. Pada menu Sphere, pilih Base point untuk menentukan titik pusat bola.
    7. Sesuai dengan instruksi pada prompt area, langsung ketik 0,0 sebagai Base point pada prompt area. Enter. Kotak input akan muncul secara otomatis ketika Anda mengetikkan angka tersebut.
    8. Pada menu Sphere, pilih Start angle.
    9. Pada prompt area ketik 0 sebagai sudut awal bola. Enter.
    10. Pada menu Sphere, pilih Sweep angle.
    11. Pada prompt area ketik 180 sebagai sudut akhir bola. Enter.
    12. Pilih ikon Gview Isometric pada toolbar untuk menampilkan obyek secara 3D.
    13. Tekan Esc beberapa kali untuk kembali ke menu utama.

Salah satu jenis obyek yang dapat digunakan untuk “memotong” surface adalah kurva-kurva 2D, seperti lingkaran, rectangle, dsb. Berikut ini adalah cara membuat sebuah lingkaran dengan jari-jari 20mm yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai kurva pemotong.

Caranya:

  1. Pilih Main Menu> Create> Arc> Circ pt+rad.
  2. Pada prompt area ketik 20 sebagai jari-jari lingkaran. Enter.
  3. Lanjutkan dengan penentuan titik pusat lingkaran. Ketik 0,0,125 pada prompt area. Enter. Perhatikan! Posisi ini menyebabkan lingkaran berada 25mm di atas permukaan ½ bola.
  4. Tekan Esc beberapa kali untuk kembali ke menu utama.

Obyek surface yang akan dilubangi dan sebuah lingkaran yang akan dijadikan pemotong selesai dibuat. Berikutnya adalah proses “melubangi” ½ bola.

Caranya:

  1. Pilih Main Menu> Create> Surface> Trim/ Extend.
  2. Pada menu Trim or Extend surface, pilih To curves.
  3. Sesuai dengan instruksi Select surfaces, pilih (klik) obyek berbentuk ½ lingkaran. Obyek surface berbentuk ½ lingkaran ini akan digunakan sebagai surface yang akan dilubangi.
  4. Pilih Done untuk mengakhiri pemilihan obyek surface.
  5. Sesuai dengan instruksi Select Curves 1, pilih (klik) lingkaran. Obyek lingkaran ini akan digunakan sebagai pemotong permukaan ½ bola.
  6. Pilih Done untuk mengakhiri pemilihan kurva pemotong.
  7. Pilih Do it untuk menjalankan instruksi pemotongan.
  8. Berikutnya pada prompt area akan muncul instruksi tambahan yang meminta Anda memilih sisi surface yang akan dipotong (Indicate area to keep – select a surface to be trimmed). Pilih (klik) bentuk ½ bola. Kemudian perhatikan anak panah yang muncul. Anak panah ini akan menunjukkan arah pemotongan yang Anda butuhkan. Dalam contoh ini, pilihlah supaya arah pemotongan menuju ke titik pusat ½ bola seperti gambar berikut.
  9. Kemudian klik tombol kiri mouse Anda. Yup, sebuah lubang telah dibuat.

Obyek tersebut siap Anda gunakan sebagai surface toolpath, dsb. Selamat mencoba!

ps. Anda dapat mempelajari lebih dalam MasterCAM atau software CAD/ CAM lainnya lewat beberapa buku yang sudah saya tulis.