HVAC (Heating Ventilation and Air Conditioning)

HVAC adalah proses yang bertujuan untuk mengatur kualitas udara di dalam sebuah ruang. Kualitas ruangan yang dimaksud menyangkut beberapa parameter yang sudah ditentukan/ disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu: temperatur ruangan, tingkat kelembaban udara, tingkat kebersihan (keberadaan partikel/ zat-zat tertentu).

Proses-proses yang dapat dilakukan sebuah HVAC system adalah:
Heating (pemanasan):
Proses peningkatan temperatur ruangan dengan menambah/ mengalirkan energi panas ke dalam ruangan.

Cooling (pendinginan):
Proses pengurangan temperatur rungan dengan mengeluarkan energi panas dari dalam ruangan,

Humidifying (penambahan kelembaban):
Proses peningkatan tingkat kelembaban udara ruangan dengan menambah uap air ke dalam ruangan.

Dehumidifying (pengurangan kelembaban):
Proses pengurangan tingkat kelembaban udara ruangan dengan mengeluarkan sebagian uap air dari dalam ruangan.

Cleaning (pembersihan):
Proses penyingkiran/ pengeluaran debu, partikel-partikel tertentu, asap, dan bahan-bahan lainnya yang keberadaannya tidak diinginkan dalam ruangan.

Ventilating (penambahan udara dari luar):
Proses penambahan udara bersih dari luar ruangan ke dalam ruangan untuk meningkatkan/ mempertahankan kesegaran udara ruangan/ menjaga rasio gas tertentu.

Air movement (pengaturan kecepatan udara):
Proses mengendalikan gerakan/ kecepatan udara yang berada/ masuk/ keluar dari ruangan.

Advertisements

5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke

5S

5S adalah sebuah metode pengelolaan dan pemeliharaan segala kegiatan di tempat kerja (termasuk sarana/ prasarana penunjangnya) dalam rangka mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan (5S bisa dilakukan di seluruh bagian/ departemen yang ada di perusahaan, tidak hanya di lantai produksi).

5S berasal dari Jepang (beberapa orang menyebut 5S sebagai Teknik Good Housekeeping ala Jepang). Saat ini, 5S sudah diterapkan di banyak perusahaan multinasional di berbagai negara.

5S bukan hanya untuk perusahaan manufaktur. Perhotelan, perbankan, industri pariwisata, perusahaan distribusi, retailer, dsb, juga bisa menerapkan 5S.

5S juga bertujuan meningkatkan kualitas moral pekerja dan  kebanggaan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan.

5S mudah sekali dipahami. Tapi pelaksanaannya tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang. Hambatan akan muncul dari banyak pihak, termasuk dari pemilik perusahaan (inisiator 5S itu sendiri) dan dari pekerja.

5S sangat membutuhkan kesadaran visual seluruh sumberdaya manusia dalam perusahaan, khususnya menyangkut ketelitian (visual control).

5S, berdasarkan filosofinya, pelaksanaan tidak boleh dibolak-balik (urut dari S1, S2, S3, S4, dan S5).

5S harus direncanakan dengan matang (planning), terorganisasi (organizing), segera dilaksanakan (actuating), dan diawasi (controlling) pelaksanaannya,

5S dalam pelaksanaannya, sebaiknya dilengkapi dengan check-list.

5S, jika dilakukan dengan penuh komitmen akan mengurangi berbagai komponen biaya (biaya penyimpanan, biaya kebersihan, biaya perbaikan/ perawatan, biaya penambahan ruangan, dsb).

5S, jika dilakukan dengan penuh komitmen, diharapkan akan meningkatkan:

  • Efisiensi.
  • Efektifitas kerja.
  • Produktivitas kerja.
  • Kualitas moral pekerja.
  • Kebanggaan pekerja terhadap pekerjaan dan perusahaan.
  • Meningkatkan citra perusahaan.

5S, ke lima prinsip dan contoh tindakan-tindakan praktisnya:

(S1) Seiri= Clear up= (R1) Ringkas

“Pisahkan barang-barang/ alat-alat yang diperlukan dan tidak diperlukan saat akan bekerja. Dan pastikan hanya barang-barang/ alat-alat yang diperlukan yang ada di lokasi kerja.”

Beberapa contoh tindakan praktis:

  • Menyingkirkan alat yang tidak diperlukan dari lokasi kerja (termasuk alat-alat yang rusak).
  • Menyingkiran bahan yang tidak diperlukan dari lokasi kerja.
  • Membuang bahan-bahan yang sudah kadaluarsa dari gudang.
  • Siapkan tempat untuk menampung alat-alat yang sudah tidak digunakan lagi.

Tips:
Beri tanda/ label khusus (misalnya: label berwarna merah) pada barang atau alat yang tidak diperlukan. Cara ini akan mempercepat proses perapian (S2-Seiton).

(S2)Seiton= Keep in good order= (R2) Rapi

“Rapikan atau atur barang/ alat/ dan segala hal sedemikian rupa, sehingga mudah diambil dan digunakan saat dibutuhkan.”

Beberapa contoh tindakan praktis:

  • Membuat tempat penyimpanan alat yang efektif dan efisien.
  • Beri label dan petunjuk lokasi tempat penyimpanan alat.
  • Buat daftar barang/ alat di setiap tempat penyimpanan
  • Memberi label pada setiap alat yang ada.
  • Menyimpan alat sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan.
  • Merapikan meja kerja setelah selesai kerja.
  • Memastikan tidak ada bahaya (bahaya reaktifitas, bahaya api, bahaya ledakan, dsb) yang ditimbulkan dari bahan-bahan yang saling berdekatan.
  • Buatlah Standard Operating Procedures (SOP) khusus untuk “proses penyimpanan”.

(S3)Seiso=Clean=(R3) Resik

“Bersihkan alat dan seluruh tempat kerja dari berbagai macam kotoran, sampah, bahan-bahan yang tidak diperlukan. Ubah perusahaan menjadi tempat yang SUPER BERSIH

Beberapa contoh tindakan praktis:

  • Membersihkan seluruh alat yang tidak digunakan.
  • Membersihkan seluruh alat yang sudah selesai digunakan.
  • Membersihkan lantai dari seluruh jenis kotoran (termasuk dari debu, air, minyak, dsb).
  • Membersihkan seluruh ruang kerja setelah selesai kerja.
  • Siapkan tempat sampah.
  • Mencari sumber-sumber penyebab kotoran, dan sebisa mungkin membatasi munculnya kotoran dari sumber tersebut.
  • Buatlah Standard Operating Procedures (SOP) khusus untuk “proses pembersihan”.

(S4)Seiketsu= Maintain (standarisasi) = (R4) Rawat

“Rawatlah segala alat/ perlengkapan yang ada”

Beberapa contoh tindakan praktis:

  • Mengisi jadual perawatan rutin alat.
  • Mengganti pelumas mesin sesuai jadual.
  • Melakukan kalibrasi alat secara rutin (sesuai jadual).
  • Memeriksa bagian-bagian mesin/ alat kerja yang rawan mengalami keretakan (dekat dengan lokasi pembebanan/ panas tinggi, dsb).
  • Memeriksa bagian-bagian mesin/ alat kerja yang rawan mengalami kebuntuan (filter/ saringan, bagian-bagian belokan aliran material, dsb).
  • Buatlah Standard Operating Procedures (SOP) khusus untuk “proses perawatan”.

(S5)Shitsuke=Self-discipline=(R5) Rajin

“Lakukan semua aturan (S1-S4) secara konsisten dan berkelanjutan

Beberapa contoh tindakan praktis:

  • Melakukan 5R setiap hari.

Tips:
– Membuat 5S menjadi sebuah kebiasaan tidaklah mudah. Perlu pengawasan terus menerus. Sampai 1 bulan pertama, pengawasan mungkin harus dilakukan setiap hari. Kemudian berangsur-angsur berkurang menjadi 1 minggu sekali, termasuk dengan sesekali melakukan pengawasan dan pemeriksaan mendadak.

 

 

Kerangka Kerja Penilaian Investasi Lingkungan (Environmental Performance Appraisal)

Jurnal Teknik Industri UK Petra

Dec 2007 / Vol 9 / No 2
KERANGKA KERJA PENILAIAN INVESTASI LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL PERFORMANCE APPRAISAL)
Author:
Sihar Tigor Benjamin Tambunan
EMA Resources Person (EMA-South East Asia)
Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya
Abstrak
Kelangsungan hidup usaha tidak dapat semata-mata bergantung pada kinerja finansial. Kinerja lingkungan yang buruk sebagai dampak keberadaan usaha diyakini dapat memberikan dampak yang buruk pula bagi kelangsungan hidup usaha dalam jangka panjang. Untuk mengatasi masalah lingkungan tersebut, instrumen-instrumen akuntansi manajemen lingkungan (EMA), khususnya diagram alur bahan dan energi (MEFA), digunakan dalam proses pengidentifikasian peluang-peluang perbaikan kinerja lingkungan dalam sebuah sistem produksi yang nantinya akan diselesaikan dengan pembuatan sebuah keputusan investasi lingkungan.
Untuk mendapatkan keputusan yang lebih baik, keputusan investasi untuk melakukan perbaikan kinerja lingkungan disarankan setidak-tidaknya memperhatikan tiga indikator moneter yaitu NPV, profitabilitas, dan periode pengembalian (PP) serta dua indikator lingkungan yaitu rasio keuntungan ekologis (EAR) dan periode pengembalian ekologis (EPP).
Kata Kunci : EMA, MEFA, EIA, EAR, EPP
Abstract
Business sustainability can not depend on the business financial performance merely. Poor environmental performance is believed can contribute negative impact on business sustainability in the long run. To face these environmental problems, Environmental Management Accounting (EMA) tools – especially Materials & Energy Flow Accounting (MEFA)- is used to identify opportunities of environmental performance on a production system that will be solved with application of an environmental investment decision. For better decision, investment decision to improve environmental performance is recommended to consider at least three monetary indicators, NPV, profitability, and Payback Periods, and two environmental indicators, Ecological Advantage Ratio (EAR) and Ecological Payback Period (EPP).
Keywords : EMA, MEFA, EIA, EAR, EPP
If you want a copy of the document, please click:
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/request.php?PublishedID=IND07090208.