Jangan gengsi!

coffeeKarena hari itu karyawan dapur absen ~lebih tepatnya, “diperintah” oleh manajer HRD untuk tidak masuk dengan alasan tertentu, Sang Direktur Utama masuk ke salah satu ruangan bawahannya, minta tolong dibuatkan dua cangkir kopi panas karena dia sedang kedatangan tamu yang sangat penting.

Kebetulan dalam ruangan tersebut ada dua karyawan muda. Keduanya mengiyakan permintaan Sang Direktur Utama.

Setelah sang direktur pergi, karyawan yang lebih senior mencak-mencak merasa dilecehkan, “Yang bener aja, susah susah sekolah di universitas bergengsi dan punya IP tinggi, masak jadi tukang bikin kopi?”

Mendengar hal tersebut, karyawan yang satu lagi bergegas ke dapur, membuat dua cangkir kopi dan mengirimnya ke ruang Direktur Utama

Setelah itu segala sesuatu berjalan seperti biasa….. Tidak ada kejadian khusus…..
….
….
….
Beberapa hari kemudian, ada berita tidak terduga. “Sang pembuat kopi” mendapat promosi jabatan di perusahaan keluarga yang dipimpin adik sang direktur, yang tidak lain tamu penting tadi.

Si senior lulusan universitas ternama dan ber-IP tinggi hanya melongo, dan tidak habis pikir bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Dia sama sekali tidak menyadari, bahwa beberapa hari yang lalu, Sang Direktur Utama langsung “turun ke lapangan”, dengan caranya sendiri, melakukan seleksi karyawan.

~Nama besar kampus dan IP tinggi hanya bergengsi tinggi saat masih berstatus mahasiswa. Saat bekerja/ terjun di dunia, jangan jadikan gengsi tadi jadi penghambat karir/ rejeki… Jangan tinggi hati atas dasar apapun… Do your best!~

Advertisements

Makan tuh gengsi… ;)

motor
Usai perkuliahan Kewirausahaan, seorang mahasiswa (M) datang menghampiri saya (S) dengan penuh semangat…

M: Pak, gara-gara materi kuliah hari ini. Saya jadi pengen banget usaha. Saya sudah punya ide, dan saya yakin ide ini pasti berhasil… 🙂
S: Sippp… Kalau begitu kerjakan… jangan berpikir terlalu panjang… 🙂
M: Itu dia masalahnya, Pak. Saya belum punya modal. Ide saya ini butuh modal sekitar 5 jutaan… 😦
S: Kamu punya motor, kan?
M: Punya, Pak. Emangnya kenapa, Pak?
S: Motor itu kamu pakai sendiri atau juga dipakai orang rumah?
M: Motor saya sendiri, Pak. Hadiah karena saya kuliah.
S: Berapa harganya kalau dijual? Kira-kira saja…
M: Paling tidak Rp 12jt, Pak. Itu kan motor baru. Masih tinggi harganya, Pak.
S: Ok. Sekarang jual motormu. Cari motor 6jt an, 6jt lagi buat modal usahamu.
M: Lho, kan berarti saya naik motor bekas, Pak?
S: Masalah rupanya? Kalau kamu jalankan usahamu dengan serius, tahun depan kamu bisa punya lebih dari sekedar sebuah sepeda motor baru…
M: Tapi, pak….Masak saya naik motor bekaaasssss… 😦

~Hahaha…benar, kan? gengsi adalah salah satu penghalang anak muda berwirausaha…~