Makna Pasangan Hidup yang Seiman (telaah Kekristenan)

Tahap-tahap pertumbuhan keimanan (sbg salah satu acuan memahami konsep pasangan hidup yg “seiman”)

Tahap 1. Undifferentiated stage
Terjadi pd org yg ke gereja, tapi tanpa tujuan yg jelas, tdk tahu mau ngapain di gereja. Waktu di gereja kerjaannya main hp melulu, ngobrol, ngelamun. Waktu nyanyi tdk ikut nyanyi, waktu berdoa tdk ikut berdoa. Bolak balik lihat jam.

Tahap 2. Intuitive-projective stage
Di tahap ini, org mulai senang ke gereja, tapi tujuan utamanya adalah ketemu teman2, janjian nanti entah ke mana pulang dari gereja, cari pacar, bisa juga ngarepin snack gratis.

Tahap 3. Mythic-literal Faith
Mulai serius mengikuti kebaktian. Bisa cerita apa yg dikotbahkan pendeta. Tapi ya begitu saja, sekedar copy-paste. Semua yg diomongkan pendetanya dianggap benar. Niat mencari kebenaran yg hakiki blm ada. Tapi mulai ngeyelan urusan rohani, pdhl yg diomongkan adalah omongan orang lain.

Tahap 4. Individuative-reflective Faith
Mulai serius urusan rohani. Rajin berdoa, pelayanan, bahkan puasa. Tapi tujuannya adalah minta dan minta terus ke Tuhan. Bukan kehendak Tuhan yg dicari, tapi kehendak sendiri yg diharapkan terpenuhi.

Tahap 5. Conjunctive Faith
Mulai memikirkan orang lain dalam setiap aktifitas spiritualitasnya. Ya, lumayanlah. Walaupun kadang2 masih lebih banyak dlm bentuk pemikiran dan doa daripada tindakan nyata.
Mulai mau mendengar pandangan orang lain sebagai pengayaan keyakinan. Beda pendapat tdk jadi alasan utk beda rumah makan utk makan siang.

Tahap 6: Universalizing Faith
Tindakan nyata sbg refleksi kualitas hubungan dengan Tuhan makin nyata dlm keseharian. Memberi dan melayani adalah sebuah kebiasaan dan ketulusan.

Nah, makna pasangan hidup yg seiman makin jelas bukan? Arti seiman bukan lagi sekedar tentang sama-sama ke gereja atau ke gereja yang sama. Jauh lebih dalam! Ada faktor perkembangan keimanannya yang perlu diperhatikan kesamaan perkembangan dan tingkatannya.

Semoga dengan memahami perkembangan keimanan dalam tulisan ini, para pencari pasangan bisa menimbang lebih dalam sebelum membuat keputusan, yang sudah berpasangan berusaha untuk berada pada stage/ tahap keimanan yang lebih tinggi.

Selamat hari Minggu,
Berkah Dalem.

*Hasil parafrase tulisan James W Fowler dlm khotbah Pdt Yakobus Susabda di GKI Manyar, Surabaya, pada hari Minggu, 10 September 2017, 09.30-12.00.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s