Indonesia Negeriku

benderaSenin, 25 April 2016, 18.00… sepanjang jalan Kalirungkut Surabaya….

Percakapan ini terjadi dalam perjalanan pulang naik motor, setelah menjemput anak bungsu saya, perempuan, SMP kelas 8….

Johana (J): Pa, tadi bu guru punya cerita seru di kelas

Saya (S): Oya? Cerita apa, boru papa? ~saya biasa memanggilnya begitu~

J: ada kakak kelas kami yang puinteeeeeeer buangeeeet! Tapi sudah lama lulus.

S: Hmmm…. Terus?

J: Dulu waktu di SMP dia hanya dua tahun. Ikut kelas akselerasi.

S: Gitu, ya?

J: Terus dia masuk SMA favorit, juga ikut kelas akselerasi. Lulus SMA umurnya baru 16 tahun, Pa. Hebat, ya?!

S: Wah, hebat sekali!. Terus dia kuliah di mana?

J: Kata bu guru, dia dapat beasiswa di Nanyang-Singapura. Di sana dia juga jadi lulusan terbaik. Naaaaaaah, itu sayangnya, Pa…. ~kuat sekali kegemasan dari nada suaranya~

S: Maksudnya sayang?

J: Dia ditawari untuk kerja langsung di Singapura, gajinya besar sekali. Ada syaratnya, dia harus jadi warganegara sana.

S: Sayangnya di mana, boru?

J: Dia nggak mau, Pak. Kan sayang banget!!! Tawaran kayak gitu bagusnya dia tolak?!!! Padahal kalau di negara kita, paling juga keahliannya tidak dihargai…. Kalau papa ditawarin gitu itu, papa pasti mau, kan?!  ~wuik… berapi-api banget 😀 ~

S: Hehehe…. Papa akan bersikap seperti kakak kelasnya boru papa itu…. Papa tidak mau…

J: Lho kenapa, Pa??!!! Di sini kan banyak yang nggak bener? Siswa2nya tukang nyontek, banyak yang korupsi, banyak yang jahat ke orang lain… Apa enaknya di sini? ~hahaha… si Boru Sunge protes nih… 😀 ~

S:  … karena Indonesia ini negara kita, boru papa. ~saya sendiri heran kenapa bisa ngomong seperti ini waktu itu… tapi serius apa yang keluar dari mulut, keluar begitu saja….~

J: Iya, Pa. Tapi kan sudah rusak banget!!

S: Boru… Papa lahir di negeri ini, papa dibesarkan di negeri ini. Papa hidup di sini. Anak-anak papa lahir di sini. Itu yang membuat papa cinta sekali dengan negeri ini, apapun yang terjadi di sini, papa akan selalu mencintai negeri kita.…

J: Bener, Pa. Tapi kan kemampuan papa tidak dihargai di sini?

S: Hahaha…. Hidup itu bukan hanya demi penghargaan, apalagi uang, Boru Hasian…. Salah satu yang selalu berusaha papa lakukan saat ini adalah melakukan apapun sebaik mungkin, dengan harapan selalu ada dampak baik dari apa yang papa lakukan, walaupun mungkin keciiiill banget efeknya. Itu sudah cukup buat papa…. Dipandang sebelah mata oleh orang banyak,… tidak jadi masalah, Boru… Yang penting tidak merugikan orang lain… J ~upssss…saya sedikit tersentak dengan omongan saya sendiri…. Apa memang begitu, ya? Wkwkwk~

J: …. ~ terdiam, entah apa yang dipikirkannya~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s