Es Lilin (jatahku) …

es lilinDi malam hari, saya biasa membantu mama saya menggunting karet gelang untuk pengikat es lilin.
Setelah itu, es yang sudah dibungkus dalam plastik (oleh mama saya), saya masukkan  ke freezer kulkas kami yg kecil. Ya, bisanya cuma itu, soalnya saya masih kelas 1 SD.

Besoknya, sambil berangkat ke sekolah (SDK Wijana Sejati) -dibonceng Mbak Naning naik sepeda- saya bawa termos es lilin.
Termos dagangan mama saya tadi dititipkan di kantin sebuah sekolah yang kebetulan dekat rumah, dan selalu dilewati saat saya berangkat dan pulang sekoalh.
Pulang sekolah, Mbak Naning dan saya mampir lagi ke kantin sekolah dekat rumah tadi. Ambil termos dan uang penjualan.
Nah, di sinilah hampir selalu terjadi momen yang paling membahagiakan bagi saya. Yaitu kalau ada sisa 1 bungkus es lilin (terutama isi kacang hijau) yg sdh mencair. Es Itu jatah saya!!! 😀

~Kenangan tinggal di Gg Kalimati, Mojokerto, 1978~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s