Kuliah, Pacaran, Kawin, Punya Anak (Irreversible)

M: Orangtua umumnya egois ya, Pak … 😦
S: Kenapa kamu ngomong begitu? 🙂
M: Sudah beberapa semester terakhir ini, mereka selalu tanya kapan saya lulus dan wisuda.
S: Hehehe… Terus, di mana masalahnya?
M: Nanti setelah lulus, pasti pertanyaan berikutnya apakah saya sdh punya pacar. Setelah itu, kapan saya menikah, Kalau sdah menikah, nanti pasti tanya kapan punya anak…. Koq makin ke sini, makin banyak pertanyaan horror ya, Pak? Ingin rasanya saya membalik situasi, Pak.
S: Maksudmu?
M: Saya penganut paham Stephen Covey…”start with the end”, Pak.
S: Hahaha… berarti kamu mau punya anak dulu? Begitu maksudmu?
M: Iya, Pak. Gemes saya ditanya begitu terus. Saya kepingin punya anak dulu, baru menikah, kuliahnya jadi lebih fleksibel. Saya kan bisa ngomong ke orang tua kalau saya harus bekerja untuk menghidupi keluarga saya … 😀
S: Hehehe…. Kalimat Stephen Covey yang kamu bilang tadi saja sudah tidak lengkap, dan itu membuat maknanya jadi sangat berbeda. Yang betul “start with the end in mind”…
M: Yah, kurang sedikit kan masih dapat nilai B+, Pak 😀 …. Tapi tidak terlalu salah kan pandangan saya tadi, Pak?
S: Kalau secara matematika, mungkin benar. Masalahnya hidup itu bukan matematika. Hidup tidak bisa dibalik.
M: Maksudnya bagaimana, Pak?
S: Kalau kamu punya anak dulu, baru menikah. Maka yang muncul adalah kemarahan atau kekecewaan orang tuamu, bukan kebahagiaan.
M: Ok lah, Pak. Tapi kan saya sudah memberi mereka cucu. 😀
S: Lanjut, kalau kamu pacaran setelah menikah. Itu namanya selingkuh. Bukan hanya orangtuamu yang marah dan kecewa. Tapi juga anak dan istrimu.
M: Hehehe… iya juga, ya. Tapi anggap saja saya ini orangnya setia, Pak. Saya tidak akan selingkuh. Tapi saya mencoba menghidupkan suasana “pacaran” dengan istri saya. Terus setelah itu saya kuliah? Masa tidak bisa, Pak?
S:Bisaaaaaa…. Tapi perjalananmu mungkin akan menjadi sangat panjang, dan potensi tidak lulus menjadi makin besar… Pertanyaan horor makin banyak dan bermacam-macam. Sumbernya juga bukan hanya orangtuamu…. 🙂
M: Wah, nggak seru ya, Pak? 🙂
S: Hahaha…. sudahlah, nikmati saja pertanyaan-pertanyaan tadi seperti menikmani film horror. Seperti katamu tadi, tidak seru nonton film horror kalau sudah tahu “The end” nya…
M: Gitu ya, Pak… 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s