Kecebur (permanen) di Sumur

sumur

… Dalam sebuah taksi, menuju bandara ….

Sopir: Mau ke Jkt, Pak?

Saya; Iya, Pak

Sopir: Bapak dinas di mana?

Saya: Saya ngajar, Pak. Di sebuah kampus swasta…. 🙂

Sopir: Oooo…. Bapak dosen, ya??? Enak ya, Pak. Bisa jalan-jalan sambil kerja…:)

Saya: Wah, lebih enak Bapak, dong. Bapak kan setiap saat jalan-jalan…

Sopir: Hahaha….Bapak bisa saja… Sudah berapa tahun jadi dosen, Pak?

Saya: Ya, sudah lebih 10 tahun, Pak. Kalau Bapak?

Sopir: Saya sudah lebih 20 tahun jadi sopir taksi, Pak. Yang sekarang ini perusahaan yang keempat…(sambil tertawa lebar)…. Bapak 10 tahun jadi dosen di berapa universitas?

Saya: hehehe…. Koq Bapak tanyanya gitu? Saya di satu tempat saja, Pak… 🙂

Sopir: Sering heran aja sama orang yg kerjanya lebih dari 5 tahun di satu tempat, Pak. Apa tidak bosan? Hehehe

Saya: Berarti Bapak masih ada rencana pindah lagi?

Sopir: Ya, iyalah, Pak. Selagi bisa. Kalau kepepet, nyetir merem di Surabaya saya bisa, Pak.

Saya: Koq tidak alih profesi saja, Pak?

Sopir: Walaaaahh…. Profesi apa, Pak? Lha wong saya bisanya hanya nyetir. Lagipula, saya sangat mencintai pekerjaan ini, Pak. Anak saya 2 orang sudah lulus kuliah, Pak.  Lha, Bapak apa tidak bosan jadi dosen? Tiap hari kerjanya baca buku sama ngajar…

Saya: Hehehe….~sambil berpikir agak panjang, mencoba membuat jawaban yg agak bijak 😉 ~  sama seperti Bapak lah…. Saya sudah terlanjur mencintai pekerjaan ini….

Sopir: Hahaha…. Jangan-jangan Bapak ini seperti orang yang tercebur dalam sumur dan tidak bisa naik lagi…

Saya: ~Eeeehhh..ngledek…kurang ajar juga nih orang…hahaha~ Ya, tercebur di sumur yang enak, Pak…

Sopir: Tidak ada sumur yang enak, Pak. Sumur itu gelap, lembab…dan pengap. Kalau kita bisa bertahan lama di dalamnya, itu karena kita bisa menyesuaikan diri, dan akhirnya menikmati suasana kegelapan di dasar sumur … 🙂

Saya: Wah…..Bapak tercebur juga, ya?

Sopir: 😀

Advertisements

One thought on “Kecebur (permanen) di Sumur

  1. haha , mantap ! sopir yang sangat bijak dalam berpikir namun tidak dalam bertindak 🙂 …. filsuf getir yang tak mampu menampik kenyataan hidup dan menyerah di dalamnya , bagaikan seorang pecandu nikotin , yang tahu bahwa kenikmatan hanyalah ilusi namun terus mengebul sampai mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s