Ingin Jadi Dokter Spesialis …

doctorSeorang Bapak dan anaknya yang bercita-cita menjadi dokter sedang mengantri di sebuah klinik bersama. Yang dituju adalah dokter umum.

”Pak, koq dokter yang itu sepi?” tanya sang anak sambil menunjuk ruang tunggu salah satu dokter spesialis.

”Iya, itu khan dokter spesialis, beda dengan dokter kita sekarang, dokter umum…”

”Apa sih bedanya dokter umum dan dokter spesialis, Pak?”

Jawab sang Bapak sekenanya, ”Dokter umum itu bisa ngobatin banyak penyakit. Kalau dokter spesialis hanya beberapa penyakit”

”Koq bisa gitu, Pak?” tanya sang anak.

”Dulu waktu sekolah, dokter spesialis itu sering nggak naik kelas, makanya sekolahnya jadi lebih lama daripada dokter umum. Dia juga suka pilih-pilih mata pelajaran. Ya begitu itu akibatnya, dia hanya bisa mengobati penyakit tertentu. Kalau dokter kita sekarang ini dokter umum. Dia tahu lebih banyak penyakit. Lebih hebat! Lebih baik pula!”

”Lebih baik? Masa iya, Pak?”

”Ya iyalah, Nak. Dokter umum itu ongkosnya lebih murah. Padahal pasiennya banyak, lho! Beda dengan dokter spesialis. Sudah suepi, muahal pula!”

Kata sang anak yang memang tergolong pemalas, ”Oooo,….kalau begitu aku lebih cocok jadi dokter spesialis ya, Pak.”

Sang Bapak, ”???”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s