100%??? Hanya karena kasih-Nya…:)

Alkisah, sampailah seorang pendeta yang baru saja meninggal dunia di pintu gerbang surga.

Sesosok malaikat penjaga pun menegurnya dengan lembut, “Apa kabar, Pak Pendeta? Ada yang bisa saya bantu?

“Ahhh, kebetulan malaikat ada di sini. Saya bermaksud untuk masuk ke surga. Bisakah malaikat membukakan pintu gerbang surga bagi saya?” tanya sang pendeta.

Sambil tersenyum sang malaikat menjawab, “Maaf seribu maaf, Pak Pendeta. Pintu ini hanya bisa terbuka secara otomatis.”

Lanjutnya, “Coba Pak Pendeta perhatikan lampu indikator 0-100% di sebelah pintu gerbang ini. Kalau Pak Pendeta bisa membuat indikator ini menyentuh angka 100%, secara otomatis pintu gerbang surga akan terbuka.”

“Oooo…begitu,ya. Lalu apa yang harus saya lakukan untuk mencapai angka 100% itu?” tanya si pendeta.

“Gampang, Pak Pendeta. Bapak tinggal melaporkan saja hal-hal baik yang pernah Bapak semasa hidup di dunia. Nanti secara otomatis angka pada indikator ini akan naik.”

Setelah mengingat-ingat sejenak, akhirnya mulailah sang pendeta menceritakan hal-hal baik yang pernah dilakukannya.

“Saya melayani jemaat di berbagai tempat dengan baik selama lebih dari 40 tahun. Banyak orang bertobat dan meninggalkan hal-hal buruk setelah bertemu saya” kata sang pendeta.

Teeetttt….. indikator pun bergerak menuju angka…2%…

Sang pendeta terperangah, “Hah??? Hanya 2%…”

“Hmmm…baik akan saya lanjutkan….Saya tidak pernah sedikitpun mengambil uang gereja untuk kepentingan pribadi. Saya selalu menggunakannya untuk kepentingan gereja.”

Teeetttt….. indikator pun bergerak menuju angka menjadi…2.1%…

Lagi-lagi si pendeta hanya bisa melongo…

“Saya hidup rukun dengan istri dan anak-anak saya. Meski kehidupan kami sangat sederhana, tapi saya berhasil membuat keluarga saya berada dalam kehidupan yang penuh dengan sukacita.”

Teeetttt….. indikator pun bergerak menuju angka menjadi…3%…

“Saya rajin berdoa dan berpuasa…Hidup saya penuh dengan pujian-pujian bagi nama-Nya,” katanya

Teeetttt….. indikator pun bergerak menuju angka menjadi…3.5%…

“Saya aktif berhubungan dengan masyarakat di manapun saya berada. Saya berusaha supaya nama Tuhan tidak dipermalukan oleh umatnya. Saya juga ikut menjaga kebersihan lingkungan….”

Teeetttt….. indikator pun bergerak menuju angka menjadi…4%…

Kebaikan demi kebaikan yang dia lakukan semasa hidup terus diungkapnya…dan…

Teeetttt….. indikator pun akhirnya berhenti  bergerak, dan hanya sampai di angka…7%…

Terlihat jelas bayangan putus asa di wajah sang pendeta…

“Bagaimana, Pak Pendeta? Masih ada yang lain?” tanya si malaikat, lagi-lagi dengan penuh kelembutan.

“Entahlah, Malaikat. Saya tidak yakin bisa masuk ke Surga kalau caranya seperti ini,” tukas pendeta sambil menatap ke arah indikator.

“Semua hal baik sudah saya ungkap, ternyata dinilai tidak lebih dari 7%”

“Lalu…bagaimana, dong.? Pak Pendeta menyerah???” tanya si malaikat…

“Bagaimana lagi, Malaikat. Ya, sudah pasti  saya menyerah….”

Sambil menghela nafas panjang, “Saya yakin tidak bisa masuk Surga kecuali kalau Kristus mengasihani dan mengasihi saya….”

Tiba-tiba, teeeeeeeeeeeeeeeeeeetttt….. indikator pun bergerak cukup lama , dan berhenti tepat di angka 100%…

Pada saat bersamaan, terbukalah pintu gerbang surga!!!!

“Benar sekali Pak Pendeta, bukan perbuatan baik Anda yang membuat pintu surga ini terbuka, tapi kasih-Nya. Selamat memasuki pintu gerbang kemuliaan-Nya. Bapa yang Maha Baik sudah menanti Anda.”

~Saya mereka ulang kisah ini dari isi khotbah seorang pendeta di GPIB (saya lupa namanya…:)…)~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s