LET THEM BE OUR INTERNAL CUSTOMER! ;)

familyTidak jarang kita marah secara spontan, manakala anak kita datang mendekat ke arah kita ketika kita sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menurut kita sangat penting dan memerlukan konsentrasi tinggi.

Andai saja yang menghampiri kita saat itu adalah anak rekan bisnis atau klien kita, akankah kita bereaksi dengan cara yang sama? Rasa-rasanya tidak. Kemungkinan besar kita justru akan berkata kepada rekan bisnis kita,”Wah, anakmu pasti anak yang pintar! Rasa ingin tahunya sangat besar!”

Hardikan dan bahkan bisa jadi umpatan dengan segera kita lontarkan, ketika tanpa terduga anak kita datang di tempat di mana kita sedang melakukan pekerjaan yang kita anggap berbahaya.

Jika yang menghampiri tadi adalah anak pimpinan kita, akankah kita bereaksi dengan cara yang sama? Pasti tidak. Bukan tidak mungkin justru yang kita lakukan adalah memberikan pujian selangit bagi sang anak pimpinan,”Kamu benar-benar anak yang berani!”

Mata kita sontak akan melotot dan tangan kita akan terjulur menjewer anak kita yang secara tidak sengaja menumpahkan air minuman yang sedang kita hidangkan pada tamu kita.

Tapi coba, jika yang melakukan itu adalah anak dari tamu kita, reaksi kita kemungkinan adalah, “Sudah jangan dimarahi, namanya juga anak-anak. Nanti biar dibersihkan pembantu saya.”

Seringkah kita dalam kehidupan sehari-hari memperlakukan anak-anak kita, istri, suami, dan semua orang-orang yang seharusnya memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan kita dengan cara-cara di atas, sementara itu orang lain lebih sering memperoleh kekaguman, pujian, dan kesabaran yang tak habis-habisnya dari mulut kita?

Kalau iya, alangkah berbagianya menjadi orang lain di mata kita! Dan alangkah menyakitkan untuk menjadi bagian dari keluarga kita!

***

Sebuah perusahaan tidak ada bedanya dengan sebuah keluarga besar. Karyawan atau bawahan kita ibarat anak, istri, suami, atau bisa berstatus apapun yang dalam statusnya sebenarnya mempunyai hubungan emosional sangat tinggi dengan kita!

Pertanyaannya, bagaimanakah cara kita memperlakukan mereka selama ini? Sebagai bagian keluarga atau “cenderung” sebagai tetangga atau pelanggan?

Sudah saatnya kita menilai dengan jujur kualitas “hubungan kekeluargaan” di dalam organisasi kita. Harmoniskah? Atau jangan-jangan kita telah menyia-nyiakan keberadaan “keluarga” kita  dalam waktu yang cukup lama? Jangan-jangan tanpa kita sadari, kita sendirilah sebenarnya yang telah menimbulkan kekacauan dalam keluarga kita sendiri! Kita telah salah mengartikan makna “kedekatan dalam keluarga” sebagai kebebasan mutlak untuk memperlakukan keluarga dengan berbagai cara!

Kita pasti tidak ingin segala sesuatu yang telah kita bangun hancur begitu saja, bukan! Percayalah, selalu masih ada waktu untuk memperbaiki kualitas hubungan kekeluargaan dalam perusahaan kita. Lakukan hal ini dengan segera!

Tidak perlu merasa terlalu tinggi hati untuk memperlakukan karyawan kita sebagaimana kita memperlakukan para “tetangga” atau “pelanggan” kita!. Let them be our internal customer…

***Thx to Pdt Slamat for inspiring me to develop this story at that beautiful Sunday! God bless you…

Advertisements

4 thoughts on “LET THEM BE OUR INTERNAL CUSTOMER! ;)

  1. pesannya sangat praktis., sesuatu yang terjadi di sekitar kita., bahkan mungkin dilakukan oleh orang yang kita sayangi., atau bahkan oleh kita sendiri..
    *kalau saya sih belum bisa., karena belum punya anak..

    saya akan mengingatnya pak., terima kasih atas tulisan yang menggugah nalar untuk menjadi manusia yang lebih baik., menjadi anggota keluarga yang lebih baik..

  2. saya sendiri berharap supaya bisa “menulis” pesan itu dalam kehidupan saya, bukan sekedar di blog 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s