BERJALAN MUNDUR KE DEPAN????

Oleh Tigor Tambunan

spion
Dalam perjalanan pulang dari sebuah tempat wisata, seorang pria pemilik mobil mendadak memutar kendaraannya 180° dan menjalankan mobilnya mundur secara perlahan.

“Mas, koq jalannya mundur?” tanya salah satu rekan seperjalanannya.
“Iya, nih. Saya masih ingin lihat pemandangan tempat wisata tadi,” jawab si pria pengemudi.
“Hati-hati lho, Mas. Nanti bisa nabrak.”
“Tenang saja. Kan ada spion….“

Beberapa detik kemudian…..BRAAAAAKKKKK….tebak sendiri apa yang terjadi…
( ….Hehehe lebay banget ceritanya, ya :D…)



Meski mobil kita bisa berjalan mundur,
meski kita bisa menggunakan spion untuk melihat hal-hal yang ada di belakang kita,
sangat tidak layak kalau kita menggunakan kedua fasilitas tadi untuk menjalani jalan panjang yang terbentang di depan kita.

Berjalanlah ke depan dengan tetap melihat ke depan, bukan “berjalan mundur” ke depan sementara mata terus tertuju ke belakang.

Seindah atau sejelek apapun hal-hal yang ada di masa lalu kita, biarlah itu tetap menjadi bagian dari masa lalu, yang sudah terjadi dan tidak bisa diapa-apakan lagi.

Kalau keinginan untuk melihat masa lalu tetap tidak tertahankan,
gunakan “spion kehidupan Anda” untuk melihatnya,
bukan “menolehkan kepala ke belakang!

Ingat! Apa yang Anda lihat lewat spion kehidupan tadi, lama-lama akan hilang seiring menjauhnya kita dari masa lalu.
Berbahagialah ketika hal itu terjadi!

Dan, ingat! Jangan cari spion yang lebih besar, berjalan mundur, apalagi berbalik untuk kembali ke masa lalu….

Advertisements

One thought on “BERJALAN MUNDUR KE DEPAN????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s