Behavioral Observation Scale (BOS) Implementation

PENYESUAIAN SKALA PENILAIAN BEHAVIORAL OBSERVATION BERDASARKAN PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP) PADA KARYAWAN TELLER BANK SWASTA DI SURABAYA

Author
Sihar Tigor Benjamin Tambunan

Sekolah Tinggi Teknik Surabaya

Abstrak

Pekerjaan seorang teller tergolong sebagai pekerjaan non-produksi. Karena itu penilaian hasil kerja pada teller tidak dapat didasarkan pada hasil-hasil yang bersifat kuantitatif. Penilaian kinerja berbasis perilaku seperti BOS dalam menilai kinerja seorang teller akan jauh lebih efektif dan adil karena terfokus pada perilaku-perilaku penting dalam aktifitas keseharian (daily critical incidents) seorang teller.
Dari sisi instrumentasi, prosedur penerapan BOS pada sistem perbankan menjadi sedikit lebih sederhana dibandingkan jenis-jenis perusahaan lain karena bank adalah perusahaan yang sangat birokratis. Artinya, sebenarnya perilaku-perilaku penting seorang teller adalah perilaku-perilaku terstandarisasi (sudah tercantum dalam SOP harian), dan hampir tidak mungkin dapat dimodifikasi untuk menjadi lebih baik oleh seorang teller (better performance). Masalahnya, dalam penilaian kinerja seringkali sebuah perusahaan memerlukan hasil penilaian yang cukup tajam dan lugas terhadap hasil kerja karyawan terutama jika penilaian kinerja berkaitan dengan pelatihan, promosi, dan pemberian bonus. Untuk memenuhi tujuan perusahaan ini, dua buah teknik modifikasi skala penilaian, berupa pemaksaan skala (forced scales) dan penghilangan skala (scales elimination), keduanya disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan perbankan, telah diterapkan pada lembar SOP.
Analisis lanjutan berupa analisis statistik sederhana terhadap hasil BOS juga menunjukkan bahwa BOS dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja departemental, dalam hal departemen in front office (teller group), terutama melalui. penggambaran nilai rata-rata perilaku teler ke dalam kurva radar

Kata Kunci : PA, BOS, SOP, teller, kejadian kritis.

Abstract

In a bank, teller job is classified as a non-production job. Therefore, the teller performance couldnÂ’t be based on quantitative outputs of their activities. Behavioral based performance appraisal, such as BOS, is more effective and fair for this job title. This performance appraisal instrument will focus on daily critical incidents of a teller.
In instrumentation perspective views, BOS implementation procedures will be applicable on a bank than other industry due to its beraucracy characteristics. In other words, at a bank, critical behavior of a teller has been standardized and developed as Standard Operating Procedures and canÂ’t be modified individually by tellers as an above standard performance. In practice, usually a company including bank requires a sharp and absolute result of appraisal according to some PA objectives such as training, promotion, bonuses, benefits, etc. Accoding to these objectives, two types of validation scale modification methods have been added. There are forced scales and scales elimination methods, both are conformed to banking characteristics and SOP.
Advanced analysis on BOS result using simple statistical analysis has shown that BOS is effective for departemental performance evaluation, Front Office Department, in this case. A department performance description using radar curve is recommended for better analysis.

Keywords : PA, BOS, SOP, teller, critical incidents.

Download full article (in Bahasa Indonesia):

http://puslit.petra.ac.id/journals/articles.php?PublishedID=IND03050207

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s